SKP BISNIS BARU GAYA LAMA

By Syaifoel Hardy Dua hari lalu, saya kaget, melihat sebuah proposal pelatihan K3, untuk perawat, nilai Satuan Kredit Partisipasinya (SKP) hanya 2 point. Padahal, pelatihan ini berlangsung selama 6 hari. Tapi, saya More »

10 ALASAN OGAH BAHASA INGGRIS

By Syaifoel Hardy 1. 350 tahun dijajah Belanda 2. Dua setengah tahun, dibawah Jepang 3. Sesudah itu, ‘dijajah’ Orde Lama, Orde Baru, kemudian Reformasi, semuanya berbahasa satu Bahasa Indonesia 4. Tensesnya jlimet, More »

WHAT IS NEXT?

By Syaifoel Hardy Tidak gampang menyusun masa depan. Menempuh sebuah pendidikan misalnya, tidak bisa asal milih. Ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab sebelum menentukan, akan sekolah di mana dan sesudah itu ke More »

SAINGAN PROFESIONAL

By Syaifoel Hardy Dulu, saat bekerja di sebuah rumah sakit umum di Pasuruan, kerja sendirian, itu biasa. Merangkap di sana-sini. Kalau kualitas output, jangan ditanya. Karena, bukan itu tujuannya. Yang penting, ada More »

LANGKAH MEGAH MERAIH JAWARA

By Syaifoel Hardy Seperti yang diajarkan Rasulullah SAW, beliau ingin umatnya, semua bahagia. Semuanya, masuk surga. Semua umat berhak meraih prestasi dengan predikat jawara. Makanya, saya setuju, tidak ada sekolah di mana More »

 

THE INCREDIBLE MAGIC OF PEN

the incredible magic of pen

INDONESIANNURSINGTRAINERS.com | Syaifoel Hardy | Doha – Jauh sebelum mengembangkan hobi menulis, pada suatu hari di kantor, datang seorang bapak berusia sekitar 35-40 tahun, menyerahkan sebuah permohonan (lamaran) kerja. Tertarik ingin tahu lebih lanjut tentang kualifikasi yang dimiliki beliau, saya buka lembar demi lembar sebendel dokumen yang diserahkan kepada pegawai administrasi kami.

Perhatian saya lantas, terfokus, bukan kepada gelar sarjananya. Namun, lampiran-lampiran yang menyertai dokumen inti: beberapa buah artikel yang pernah ditulisnya yang sempat diterbitkan oleh beberapa media massa.

Dalam hati saya berpikir: betapa senangnya apabila karya-karya dalam bentuk tulisan ini dapat dibaca oleh banyak orang. Dengan hanya selembar kertas sebagai buah pikiran kita, yang menikmati bisa ribuan bahkan jutaan orang.

Dari situ kemudian, saya tergerak untuk mengembangkan potensi yang sejatinya dimiliki oleh setiap manusia yang mengenyam pendidikan ini. Tidak peduli apakah latar belakangnya hanya sekolah dasar, menengah pertama hingga program doktoral. Sepanjang mereka bisa membaca, pada dasarnya mereka mestinya mampu menuangkan isi pikiran mereka ke dalam bentuk tulisan. Apakah itu dalam bentuk artikel atau bahkan buku yang bisa bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara bahkan agama.

Magic! Saya terinspirasi oleh seseorang yang sedang melamar pekerjaan yang memberikan kesan sangat mendalam, bagi kehidupan saya di kemudian hari. I was very obssessed!

Berapa tahun sudah berlalu. Kalau saya hitung kini tidak kurang dari 20 tahun sudah kegemaran menulis tersebut berlangsung. Saya, bukan penulis sekelas Sutan Takdir Ali Syahbana, Rendra apalagi Rabindranath Tagore, yang pernah mendapatkan Hadiah Nobel sebagai karya sastranya. Bagi saya, untuk berbuat baik pada diri sendiri itu, tidak harus terkenal. Yang paling penting adalah, memaksimalkan kemampuan yang kita miliki. Lewat menulis, tidak terkecuali!

Selama perjalanan itu pula, banyak hikmah yang saya petik. Mulai dari mendapatkan imbalan dalam bentuk uang, kenalan, silaturahim, membantu mengubah gaya hidup orang lain, ketajaman dan pengembangan profesi, kemampuan berbahasa, kepiawaian merajut berbagai bentuk tulisan, hingga yang namanya reputasi. Alhamdulillah, semuanya saya sempat menikmatinya.

Mengentas Kemiskinan

Tidak saya pungkiri, pada awal-awalnya, menulis terasa berat. Itu lumrah. Dalam banyak hal, setiap langkah yang namanya ‘pertama’, itu pasti sulit! Tapi, saya percaya akan ungkapan, bahwa kepandaian menulis hakekatnya selaras dengan kecakapan kita dalam membaca. Yang penting, kita harus ada kemauan melatih latih.

Makanya, saya tidak peduli ketika satu, dua, tiga bahkan hingga artikel ke delapan yang saya kirimkan tidak diterbitkan. Saya tidak menyerah! Saya sadar, saya adalah pemula. Kalau mau naik anak tangga, misalnya, harus dari anak tangga ke satu, kedua, ketiga dan seterusnya. Kita nggak mungkin loncat hingga ke sepuluh! Bakal jatuh!
Sesudah seringkali menulis, dan itu saya kerjakan untuk berbagai jenis media masa-apakah itu koran kampus, majalah kesehatan, agama, bahasa Inggris-semuanya saya tembusi-hasilnya, subhanallah, sungguh di luar dugaan!

Saya bisa membeli mesin ketik, kamera hingga pakaian! Wesel langganan bulanan selalu saya terima, untuk Ibu kami serta uang saku bagi adik-adik. Alhamdulillah! Saya sangat diuntungkan dengan imbalan menulis ini. Tidak jarang, imbalannya malah lebih besar dari gaji bulanan hasil kerja. Hasil menulis itu juga membantu biaya kuliah. Waktu itu, saya bekerja sambil sekolah.

Menulis, terbukti mendatangkan keuntungan finansial apabila itu tujuan kita. Akan tetapi, mengutip tulisan Bayu Gawtama, seorang Penulis aktif di Eramuslim, mengatakan, bahwa apabila tujuan kita menulis hanya untuk mendapatkan uang, pada saat kita punya uang, bisa jadi kegiatan menuis kita terhenti.

Bayu benar!

Oleh karenanya, insyaallah sampai saat ini kebiasaan saya menulis ini bukan karena uang. Andaipun anda ingin mendapatkan duit karenanya, itu sah-sah saja! Toh imbalannya halal, sebagai hasil kerja.

Menulis, membuat dunia jadi lebih indah lantaran membantu mengentaskan kemiskinan. Bukan tidak mungkin, anda bisa kaya lantaran kemam;puan menulis!


Kenalan dan Silaturahim

Dengan menulis, karya kita sering dan banyak dibaca orang. Menulis, apalagi jika isi tulisan tersebut bisa menggugah, memberikan inspirasi, motivasi, memperkaya imajinasi, bahkan membantu seseorang untuk bisa memecahkan sebuah masalah kehidupan. Kekuatan sebuah pena dalam tulisan akan membuat orang menggerakkannya, mengirim pertanyaan atau meminta klarifikasi, penjelasan, nasihat dan lain-lain.

Karena tulisan, saya pada akhirnya bertemu lagi dengan salah seorang teman, yang selama sekitar 20 tahun tidak pernah jumpa. Tulisan, membuat hubungan bisa erat kembali serta menyegarkan ingatan kita, kepada peristiwa-peristiwa lalu. Tulisan mampu menyambungkan silaturahim yang sudah putus. Tulisan, membuat banyak pihak merasa terbantu. Makin sering menulis, makin jeli kita melihat permasalahan yang berada di sekeliling kita, semakin terlatih pula kita dalam mencari jalan pemecahannya!

Kejadian ini saya alami mungkin sudah ratusan kali! Hanya karena sebuah artikel, pembaca akan mengingat siapa penulisnya. Kalau perlu mereka akan kirim email dan menanyakan, benar tidaknya nama penulis. Hal terakhir ini yang juga pernah terjadi pada diri saya.

“Apakah anda adalah si Fulan…salah satu teman saya yang dulu sekolah di kota ini atau bekerja di persusahaan itu?” Begitu tulis email seorang teman lama yang mengontak sesudah membaca sebuah artikel saya.

Betapa bahagianya waktu itu. Kami dipertemukan kembali lewat tulisan.
Dengan tulisan, bisa kita tebar hubungan sosial. Jumlah teman bertambah, persaudaraan pun jadi erat!
Mengubah Gaya Hidup

Semakin sering menulis, semakin tajam ketrampilan analisa kita terhadap berbagai isu-isu kehidupan. Apakah itu sosial, ekonomi, politik, agama hingga hal-hal yang menyangkut ilmu pengetahuan lainnya. Memenuhi salah satu prinsip penulisan, misalnya mengangkat masalah-masalah kemanusiaan, membuat tulisan kita banyak peminatnya. Sebut saja bagaimana menyikapi kekurang ikhlasan; apa akibat memendam rasa benci; nikmat Ibadah Haji lewat darat, dll.

Suatu hari, saya dapatkan email dari seseorang yang tentu saja tidak kenal, menyampaikan rasa terimakasih lantaran kiat-kiat yang saya tuliskan dalam artikel tentang keikhlasan ini.

Ternyata, guna memberikan nasihat yang baik, tidak harus jadi ulama kondang semacam Buya Hamka. Kiat sederhanapun, yang mudah dicerna, justru kayak makanan rakyat, lebih ‘laku’ dari pada teori yang berbelit. Jika menulis diniatkan ibadah, maka kita dapatkan pahala yang berlipat ganda.

Si pengirim email selanjutnya menceriterakan pengalaman menerapkan tips tersebut yang, Alhamdulillah, berbuah.

Banyak hal-hal yang bisa kita tulis. Sekiranya mau berbagi tentang tips-tips pemecahan masalah kehidupan sehari-hari, tidak sedikit pembaca yang diuntungkan oleh artikel-artikel tadi.

Islam, sebagai agama Rahmat Sekalian Alam, bukan hanya slogan. Lewat tulisan kita bisa berdakwa tanpa harus kuliah di Al Azhar. Dengan tulisan, kita bisa membantu mereka yang berada dalam kesulitan. Tulisan, tidak jarang, membantu mengubah gaya hidup seseorang.


Pengembangan Profesi

Tidak ada istilah pilih kasih dalam tulisan. Tukang kayu, tidak terkecuali. Tulisan bukan monopli penulis-penulis sastra, novel, cerpen, cerber atau team redaksi majalah dan koran-koran kondang. Meski hanya berprofesi sebagai tukang tiup balon, kalau mau menulis, sebenarnya akan sangat membantu kerjanya.

Katakanlah, setiap hari, si tukang balon, sanggup meniup balon 50 buah. Namun, sejak awal bulan ini, dia mampu meniup 55 per hari. Apa jadinya, sekiranya dia mau menuliskan hasil kerjanya? Jumlah balon yang ditiupnya mencapai sekitar 150 lebih banyak tiap bulan, dibandingkan dengan jumlah balon pada bulan-bulan sebelumnya. Jika hasil tulisan ini disampaikan kepada supervisornya, itu dapat mendongkrak reputasinya sebagai pekerja yang baik.

Saya tidak hapal, berapa jumlah kerjaan yang ditawarkan kepada lantaran artikel-artikel saya, yang dimuat di media masa. Dari sudut pandang profesi, ini sangat bagus dan menguntungkan!

Bukan saja membuat semakin ahli di bidang anda, namun ketrampilan menganalisa, jadi lebih tajam.

Tulisan, mampu mengembangkan profesi anda, ke arah yang lebih baik dan spesifik.
Kemampuan Berbahasa

Mau bukti bahwa dengan menulis sekaligus akan membantu anda untuk berbahasa dengan baik?
Coba buktikan, sekali anda memulai menulis, kata-kata awal, yang anda gunakan biasanya itu-itu saja. Karena proses kritik, baca ulang, review dan proof-reading, anda secara otomatis akan mengganti kata-kata yang sering dicantumkan secara berulang-ulang. Demikian pula gaya bahasa yang biasa anda gunakan! Akan semakin baik dan menarik!

Dalam Bahasa Inggris, perbaikan kualitas menulis ini, akan lebih terasa. Dengan sering menulis, otomatis kecakapan seperti grammar, vocabulary dan writing akan meningkat dan semakin baik. Itu saya alami sendiri ketika sering kirim article ke dua majalah berbahasa Inggris, Hello dan Dialogue Magazine.
Reputasi

Cobalah sering menulis dan mengirimkan hasil karya anda ke sebuah penerbitan! Apakah itu di dunia maya ataupun nyata, dipastikan, membuat nama anda banyak dikenal orang.
Jika anda ingin punya nama, kirimkan ke berbagai situs website, koran, majalah dan lain-lain. Bukan sebatas hanya satu sumber saja.

Menulis bisa berarti berdakwah, demi kebaikan seta kemaslahatan umat. Makin banyak sasaran, makin luas sasaran dakwah anda.

Makin sering anda kirimkan artikel, semakin banyak orang yang mengenal anda. Untuk bisa dikenal, anda ternyata tidak harus keliling dari satu kota ke lainnya. Apalagi harus naik pesawat segala.

Hanya dengan diam di dalam kamar, mengutak-atik keyboard, nama anda bisa melanglang buana. Orang bahkan mencari anda, cukup lewat search engine, sekiranya ingin tahu, karya-karya anda lainnya. Apalagi jika anda punya blog, website, facebook, twitter dan lainya!


Kesimpulannya sekarang!

Menulis memiliki prospek yang luar biasa dasyat! Menulis, mestinya tidak pandang bulu, apakah anda berbakat atau tidak, profesional atau gelandangan, besar atau kecil, berpendidikan atau tidak, semua orang bisa melakukannya!

Lewat pertajaman kemampuan menulis, seluruh cita dan impian anda bakal terwujud, manakala mau menekuninya. Mau kaya, terkenal, banyak teman, hingga masuk surga!
Kewajiban menulis bagi umat Islam tersirat dalam perintah membaca (Q.Surat Al Alaq: 1). Umat Islam bisa besar karena ‘tulisan’ (Al Quran). Kita bisa memiliki ketrampilan dan pengetahuan pula karena tulisan.

Dan…..jangan lupa! Anda bisa kuliah tinggi, mapan dan kerja, punya rumah mewah, mbil bagus, pakaian mentereng, serta segudang prestasi lainnya seperti sekarang ini, jangan kesampingkan, bahwa jika ditilik, ternyata tulisan anda punya peran besar.

Doha, 3 January 2013
hardy.syaifoel@yahoo.com

Anda tertarik tulisan anda tampil di website INDONESIANNURSINGTRAINERS.COM?
Jika tertarik, silahkan kirim artikel anda ke indonesiannursingtrainers@yahoo.com atau SUBMIT HERE


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share to Google Plus

Comments

comments

Top
Pinterest