ORANG BARAT DALAM IKLAN PROFESI KITA

Hampir setiap hari saya melihat teman-teman memajang foto orang kulit putih (Baca: Barat) dalam iklan di berbagai forum kita. Ada sepuluh alasan, mengapa kita lebih suka memasang orang Barat dalam setiap iklan, More »

PENGABDIAN PERAWAT: DEBAT TAK BERUJUNG

Dalam sebuah event beberapa hari lalu, ada seorang perawat Pukesmas yang sedang magang bertanya kepada saya,: “Bagaimana mungkin kami memberikan layanan yang baik, jika penghasilan saja tidak didapat serta kebutuhan dasar hidup More »

DISKRIMINASI PROFESI KEPERAWATAN

Dinamika profesi ini sangat menarik. Dari tahun ke tahun, dari dasa warsa satu ke lainnya. Selalu ada yang pro dan kontra. Sepanjang sehat dan masuk di logika, saya sendiri sangat menikmatinya. Meski More »

SOROWAKO NURSES: PEARLS IN THE MUD

Selama kehidupan profesi, saya tidak pernah menemui komunitas keperawatan sehebat yang saya temui di Sorowako. Letaknya terpencil, di pedalaman Sulawesi Tengah. Satu jam perjalanan udara dari Makassar. Ini adalah kali kedua saya More »

HONOR PERAWAT INDONESIA: SINETRON PICISAN

Dua pekan lalu, dalam sebuah event seminar, saat berbicara dengan seorang kolega, saya dapatkan informasi tentang jumlah perawat yang sedang magang di sebuah rumah sakit di Pasuruan. Ada 40 orang. Mereka rata-rata More »

 

Dari Jepang, Buat Perawat Indonesia

Foto by Darmawan

by Darmawan Arief | indonesiannursingtrainers.com

Sekedar masukan buat teman2 sejawat semua, mulai tahun 2008 ,pemerintah Jepang dan Indonesia telah mengadakan kerja sama dibidang perekrutan tenaga kerja perawat, ini adalah peluang emas untuk berkarir di luar negeri selain Arab, Qatar, dll.

Selepas lulus dari Poltekkes Malang 2008, saya hanya ingin bekerja di luar negeri,kenapa? Karena menurut saya di luar negeri jauh lebih dihargai ketimbang di Negeri sendiri.

Pernah saya dulu kerja di sebuah RS swasta, sebulan di gaji Rp.250.000 saja. Wah kalo begini caranya, lama-lama saya bisa bangkrut. Dari hal itulah saya, mulai berfikir, gimana caranya saya bisa sukses? Kebetulan ada program ini (IJEPA), 2008 saya gak bisa mendaftar karena ijazah belum turun, akhirnya 2009 pun terlalu lama.

Saya memilih bekerja di Taiwan (di panti lansia), 15 agustus 2011 saya pulang, 20 Agustus 2011 Saya daftar ke Jepang (BNP2TKI) dan akhirnya lulus. Sekarang bisa sampai Jepang.

Teman-teman sejawat semua, kenapa Saya lebih memilih untuk bekerja ke Jepang dari pada di Indonesia?

Begini, saya berfikir jauh untuk kehidupan saya, kalo saya memilih bekerja di indonesia, 5 tahun lagi,10 tahun lagi,15 tahun lagi, bagaimana kehidupan saya nanti? Dengan gaji perawat Indonesia yang hanya berkisar sekitar 500.000 diatas UMR. Kapan saya bisa mandiri? Kapan saya bisa bangun rumah?

Bukannya saya mata duitan, bukannya saya mengejar materi, tapi saya lebih memikirkan bagaimana saya bisa bermafaat untuk orang lain, masa tega melihat orang tua begitu-begitu saja, (kapan ya orang tua saya bisa naik haji???) ibu saya sudah,tapi ayah saya belum?

Kalo kita bekerja Indonesia kapan nih kita bisa bermanfaat buat orang lain? nunggu 50 tahun lagi? Hmmmm, sulit sepertinya. saya ngomong begini, bukan berarti saya melarang temen-temen bekerja di Indonesia, temen-temen boleh saja berfikiran untuk bekerja di Indonesia, dengan gaji sedikit diatas UMR, bisa kumpul dengan keluarga, hidup sehariannya gitu-gitu aja.

Tapi saran saya, fikirkanlah kehidupan anda 25, 30, 50 tahun lagi yang akan datang!

Di dunia ini banyak orang yang bisa berfikir,TAPI TIDAK BANYAK ORANG YANG BISA BERFIKIR PANJANG.

Masalah bahasa ? Saya berani katakan bahasa itu bukan sebuah kendala, temen-temen SALAH kalau berfikiran, gimana ya bahasanya nanti? Yang namanya bahasa bisa dilatih, asal mau serius. Apalagi dalam program IJEPA, kami di sini di gembleng selama setahun, dari 12 Oktober 2011 sampai 18 Nopember 2012.

Setelah setahun belajar bahasa, saya jamin, temen-temen pasti mahir…..asalkan temen-temen SERIUS & NIAT.

Saya aja dulu ke Taiwan, belajar bahasa mandarin 3 bulan. Setelah di Taiwan 6 bulan, saya sudah bisa ceramah dalam bahasa mandarin (kalo mau debat, monggo!! heeee).

Temen-temen kita yang dari sektor Penatalaksana Rumah Tangga saja bisa, kenapa kita enggak? Mereka ada yang cuma lulusan SD.Tapi kenapa mereka bisa? Kerjanya juga 24 jam, lha kita lulusan D3 & S1, masak kita kalah?

Kami di Jepang, menurut pengalaman senior-senior saya disini, kami sangat dihargai, jauh lebih dihargai daripada di Indonesia. Contoh di tempat saya pelatihan, semua fasilitas sudah disediakan. Semua gratisss…tiss. Mulai dari asrama per orang 1 kamar (apartemen), sarana olahraga, tempat karaoke, AC, TV, telepon, gaji, WC, tempat laundry, CD player, makan 3 kali, internet, cleaning service, asuransi dll. Semua GRATIS.

Buat temen-temen sejawat semua ,mulai saat ini, berfikirlah kehidupan temen-temen untuk berfikir jauh ke depan, seperti apa masa depan kita, kita lah yang merancangnya, tentu saja ALLAH SWT yang menentukan semuanya. Saya di sini memang mengorbankan keluarga, tapi semua ini saya lakukan untuk keluarga & orang-orang disekitar saya. Pendaftaran program IJEPA bisa dilihat di www.bnp2tki.go.id,akan dibuka mulai 3 juli-31 juli 2012.

Untuk teman-teman semua: Gambatte Kudasi!

Ingin tulisan anda ditampilkan di website Indonesian Nursing Trainers? Silahkan KLIK DISINI

 

Komentar-komentar di FB Group

  • You, Ela HerawatiDaben MediqaSakura DY and 45 others like this.
    • Syaifoel Hardy Pak Sugeng Bralink, mohon di upload ke INT jika ada waktu. Thnx!

      June 3 at 5:07pm ·  · 1
    • Sugeng Bralink Terima kasih Mas Darmawan Arief Prasojo atas kiriman artikelnya. Sudah terupload ke website INT. http://www.indonesiannursingtrainers.com/dari-jepang-buat-perawat-indonesia/

      www.indonesiannursingtrainers.com

      ‎..by Darmawan Arief | indonesiannursingtrainers.com..Sekedar masukan buat teman2 sejawat semua, mulai tahun 2008 ,pemerintah Jepang dan Indonesia telah mengadakan kerja sama dibidang perekrutan tenaga kerja perawat, ini adalah peluang emas untuk …
      June 3 at 5:17pm ·  · 
    • Sugeng Bralink Ditunggu kiriman artikel dari perawat Indonesia di UAE, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Australia, New Zealand, USA, UK, Netherland, dan di belahan bumi lainnya. Thanks

    • Sugeng Bralink Dan juga para perawat di seluruh Indonesia.

      June 3 at 5:20pm ·  · 1
    • IWayan Agus Regantara mas tak buka di kesempatan kerja keluar negeri yg di www.bnp2tki.go.id kox cuma yg taon 2008 aja ya? ga da yg update nya ee….

      www.bnp2tki.go.id

      BNP2TKI – Menaungi Kepentingan TKI – Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia
      June 3 at 5:20pm ·  · 
    • Suyono Sastrorejo begitulah kondisi perawat di indonesia…terkadang gajinya lebih gede gaji tukang sapu,jauh di bawah UMR…tak ada pembelaan sama sekali dari induk organisasi..

      June 3 at 5:21pm ·  · 2
    • Syaifoel Hardy ‎Suyono Sastrorejo: Kira-kira bagaimana menurut anda mengatasi masalah yang satu ini, agar perawat kita punya bargaining power (nilai tawar)?

    • Nanang Suyono Yah, bukan kita mata duitAn, tapi kejarlah masa depan setinggi langit, bekerjalah di luar negeri dan kumpulkan uang untuk masa depan…

      June 3 at 5:26pm via mobile ·  · 1
    • Siti Armie Thanks for the information. In.Allah I wil join in this recruitmen, Sir. I have been preparing for eligibility few days ago. Would you like to give me guidance for it, please!

      June 3 at 5:26pm ·  · 1
    • Syaifoel Hardy ‎Siti Armie: Fantastic! I believe u r doing well! My suggestion: stay focus and…pray!

    • Suyono Sastrorejo ‎Syaifoel Hardy:salah satunya,PPNI harus berani membela anggotanya untuk memperjuangkan standard upah minimum perawat dll,masak kalah sama SPSI,SBSI

      June 3 at 5:29pm ·  · 4
    • Syaifoel Hardy Good idea! Bagaimana dengan, misalnya, menidirkan agent recruitment untuk perawat khusus. Lembaga ini harus mendapatkan rujukan dari organisasi. Mereka yg lulus boleh daftar dan dijamin bakal memperoleh UMR, sepanjang syarat2nya dipenuhi. Selama ini, kayaknya belum ada di negeri ini. Dengan begitu, perawat yg lulus, tdk mencari kerja secara perorangan. Menurut anda gimana?

      June 3 at 5:32pm ·  · 2
    • IWayan Agus Regantara terimakasi mas Syaifoel Hardy

      June 3 at 5:34pm ·  · 1
    • Siti Armie Yes Sir, I will. Thank you very much. Barakallahufikom.

      June 3 at 5:35pm ·  · 1
    • Mn Jayanegara wah wan aq bangga…..buat tmnq…

      June 3 at 5:36pm ·  · 1
    • Suyono Sastrorejo misal: harus ada aturan dari pemerintah,misalnya tutup atau hukum lembaga/perusahaan/RS yg mempekerjakan tenaga perawat dengan upah di bawah standar, dan masih banyak lagi aturan2 guna melindungi tenaga keperawatan

      June 3 at 5:39pm ·  · 1
    • Syaifoel Hardy kita bisa berharap seperti ini jika perawat sudah sejajar dengan profesi guru. Sayangnya, saat ini kita masih jauh dari mereka. bila berharap dari pemerintah, kayaknya cukup makan swaktu lama. Nah, kita bs lakukan dari swasta dengan cara membuka agency seperti ini.

      June 3 at 5:41pm ·  · 1
    • Suyono Sastrorejo perlu adanya gerakan yg kongkrit….bikin organisasi perawat baru di luar PPNI yg lebih punya taring,toh wadah organisasi ngga harus satu,macam buruh saja punya SPSI,SBSI,SBMI dll

      June 3 at 5:44pm ·  · 1
    • Dien Azizah Kalo semua perawat berpikir dihargai at tidak dihargai diukur dg diatas UMR at dibawah UMR??? Waow,siapa yg bisa perjuangkan perawat Indo kalau perwatnya di LN semua? Kapn perwt Indo bisa maju dan dihargai dinegeri sendiri… Maaf artikelnya materialistis banget…

      June 3 at 5:47pm ·  · 2
    • Kurni Dzulaicha Honor perawat lulusan D3 di RS militer di sby /bln ± Rp 175 rb. Menyakitkan ya?? Masih lbh besar dari gaji PRT dan Tukang Pijet!! Smga info dr anda bs mjd inspirasi bg adik2 penerus kita.

      June 3 at 5:47pm via mobile ·  · 3
    • Tri Nurul Hidayati ah ga juga,,,semua ada pangsa pasarnya,,,,ini memotivasi buwat temen2 yang memang ingin pengalaman (selain materi) juga,,,,,,,,,

      June 3 at 5:48pm ·  · 1
    • Syaifoel Hardy ‎Suyono Sastrorejo: Bikin yuk? Jika anda memulai, saya bersedia jadi anggota nomer dua! Mulai dari FB ajalah! Gimana?

      June 3 at 5:54pm ·  · 3
    • Meubel Jati Lpj melihat kondisi keperawatan di indonesia,akhirnya saya beralih profesi menjadi tukang kayu,karena ini lebih menjanjikan,tapi saya masih membuka pintu apabila ada orang yg butuh ilmu keperawatan saya dengan sukarela,sungguh saya sedih melihat kondisi profesi ini,terkadang teori2 sewaktu kuliah tidak berlaku di tempat kerja

      June 3 at 5:59pm ·  · 5
    • Meubel Jati Lpj ‎Syaifoel Hardy: di bikin saja pak Syaifoel Hardy,insya allah saya(suyono sastrorejo) ikut mensuport penuh,minimal kita kumpulkan kawan2 yg se ide dan seperjuangan,insya allah ada jalan keluar nantinya

      June 3 at 6:01pm ·  · 2
    • Netty Guswindiarti Ya memang harus berani mencoba di LN … Demi kemajuan Bangsa juga kan Akhirnya……dan tidak menutup diri…… Tetap semangat……….. Damai….dan saling menghargai Prinsip…..

      June 3 at 6:03pm via mobile ·  · 4
    • Benk Abo Kinz Artikel n share yg sgt bagus… Trnyta byk rekan seperjuangan qt yg mrantau di negeri orang yach..

      June 3 at 6:31pm via mobile ·  · 1
    • Titi Winarni Sunardi Dijepang biaya hidup tinggi sekali n byk pajak..sepadan dgn gaji nggak? apa Bs save lbh? Klo udah klg apa bs dibw

      June 3 at 6:54pm via mobile ·  · 1
    • Agus Hermawan Madjid bagi mereka yang tidak atau belum diberi kesempatan bahkan tidak berminat bekerja diluar negeri, di indonesia-pun masih ada kesempatan untuk mendapat pekerjaan yang cukup dihargai, misalnya di oil and gas company yg memang perusahaan asing disitu kita (perawat) cukup dihargai ketimbang jadi (mohon maaf) PNS, masalahnya memang keterbatasan posisi yg ada tidak sebanding dengan pencari kerja dan juga masalah qualifikasi perawat itu sendiri karena disini kita di haruskan melengkapi beberapa persyaratan seperti btcls, hiperkes yg jarang dipunyai. atau bisa juga jadi safety officer yg salarynya malah jauh lebih besar dari pada paramedik di oil and gas company, so tidak perlu berkecil hati tetap semangat maju terus perawat Indonesia … !!!

      June 3 at 7:13pm ·  · 5
    • Adinda Dinar betul itu mas Agus Hermawan Madjid : rata2 itu perusahaan dari china baik off shore maupun on shore….masSuyono Sastrorejo :ayuk kalo mau dimulai :-) jgn kan RS mas, institusi aja masih jadi ajang bisnis bukan ber basic pendidikan pada umumnya yg ditampilkan, tp kita hanya bs diam aja melihat tindakan itu…mumpung ada mr Syaifoel Hardy yg mau ikut mendirikan he he he right daddy?? Adakan perekrutan dari setiap institusi pendidikan yg memiliki mahasiswa dgn otak briliant, supaya mereka bisa memiliki taring di LN, bukan berarti yg non briliant tdk bisa direkrut, di tempat itu pula harus di gojlok supaya bisa lebih percaya diri…Mas Darmawan Arief Prasojo : nice article, i hope we can meet next year on Japan when i’ve getting invitation from Asian Pasific doctor obstetric gynaekology japaness company in Jakarta. we must chat directly and share experience each other oke…Gambatte Kudasi, Arigato gozaimas.. :-)

      June 3 at 7:53pm ·  · 5
    • Darmawan Arief Prasojo all,,,terimaksih semua nya atas saran,masukan dan kritikanya!!! temen2 semua ambil sisi positifnya saja dari catatan saya!!! maju terus perawat indonesia!!!

      June 3 at 8:19pm ·  · 5
    • Slamet Widodo Hidup ini penuh dg pilihan. Kalau kondisi/penghargaan thd perawat di tanah air dan d LN jauh beda itu adl kenyataan. So kita perawat berhak memilih; mau penghasilan brapa / di dalam atau d LN / Mau pasrah atau mau mendobrak . Dan aku lebih memilih jalanku ga jd PNS ( bukan brarti ga bs sukses ), Ga jd anggota PPNI..( ora wedi ), tp Alhamdl bs bantu byk perawat k LN. He he.., Tp kl mas Yono & P.Syaifoel mau mendirikan Assosiasi baru, kayaknya aku akan tertarik untuk gabung..,

      June 3 at 9:00pm via mobile ·  · 3
    • Masharry Abu Hawa Klu Hanya Sekedar Bikin Group Atau Organisasi Tapi Kalo Gak Punya Pressure Power Ke Pemerintah Hasilnya Akan Sia”, PPNI Adalah Salah Satu Contoh Yg Kongkrit…. Padahal Kita Tahu Perawat Adalah Suatu Profesi Yg Vital Di Belahan Bumi Manapun, Bagaikan Darah Yg Mengalir Dlm Tubuh, Klu Perawat Mogok Kerja Sehari Aja, Coba Liat Apa Yg Akan Terjadi…?!? Ini Adalah Salah Satu Kekuatan Kita, Tinggal Bagaimana Kita Memanfaatkan Kekuatan Kita Tsb Tuk Bergaining n Memeberikan Pressure Kepada Penyelenggara Negara n Pembuat Undang” or Kebijakan….!! So, Mungkin Kita Yg Pernah or Sedang Di Luar Negri, Yg Notabene Bisa Di Katakan “Udah Pernah Keluar Dari Bawah Tempurung” Semoga Bisa Mengubah Pola Pikir n Perjuangan Temen Temen Kita, Baik Yg Di Organisasi, Akademisi Ataupun Di Lapangan Supaya Profesi Kita Lebih Di Hargai Di Negeri Kita Sendiri…….

      June 3 at 9:03pm ·  · 2
    • Syaifoel Hardy This topic is one of the hottest topics I’ve ever seen. Thnx to all for the active participation, especially to the writerDarmawan Arief Prasojo, congrats!!!

    • Wendi Darmawan Wah..bagus tuh pengalamannya…….saya dukung banget

      June 3 at 10:36pm via  · 
    • Adinda Dinar Masharry Abu Hawa & Slamet widodo: I like u’re statement :-)

      Monday at 12:28am ·  · 2
    • Alfian Mulyana Gw emng bercita2 kerja d jepang, tp gw ga setuju dengan pernyataan saiful itu, mungkin lo d gaji 250rb itu d kampung lo, dan lo ga blm pernah coba cri kerja d indonesia selain d kmpung lo, gw ulusan 2008 dr stikes pertamina bgt lulus bnyk twaran Dr rumah sakit dengan gaji di atas 2jt, blm lg Dr perusahaan klapa sawit, pertambangan,perminyakan yg gajinya 3kali lipat dr rs. Sekarang gw kerja d salh Satu rs pertamina d kalimntan dengn penghsan rata2 6jt-8jt perbulan. Jd klw lo bilang di indonesia ga bsa maju itu salah.. Dan ga gw pungkiri d Negara lain propesi kita lebih d hargai Drpada di sini.

      Monday at 5:14am via mobile ·  · 2
    • Bambang Sumarjo Tuk Alfian Mulyana … mas saya setuju banget sama opini mas.. kalo di Indonesia kita bisa dapat 6 – 8 juta perbulan.. sayang banget kalo ngga di ambil, tapi kalau diluar mereka mau menawarkan gaji di kisaran 25 – 30 juta perbulan… kenapa juga tidak jadi bahan pertimbangan..?? ya toch… saya seorang perawat yg kebetulan diberi kesempatan untuk bekerja di salah satu perusahaan minyak juga di abu dhabi. united emirates arab… Semoga jadi renungan untuk menggapai masa depan yang lebih baik… salam

      Monday at 5:55am ·  · 2
    • Bambang Sumarjo Maksudnya United Arab Emirates… sorry takut dimarahin pa syaiful kalo salah…heheheheh

      Monday at 5:59am ·  · 2
    • Alfian Mulyana Bener mas klw ada yg lbh baik knp nggak, saya jg bercita cita. Tuk kerja d luar negri kaya mas bambang gt, tp saya kurang setuju aja klw d indonesia kita ga bsa maju, trus d indonesia gaji perawat 250rb, kn ga semua gaji perawat d indonesia segitu mas, mungkin aja mas saiful cma pernah kerja d Satu rumah sakit aja d indonesia. Js klw bsa d ralat pernyataannya mas saiful itu. Jngn terlalu merendahkan negara sendiri…

      Monday at 6:27am via mobile · 
    • Darmawan Arief Prasojo terimakasih saran n kritikannya,,,!! diatas hanya contoh,tidak semua nya seperti itu,,TAPI ada yang seperti itu!!!

    • Darmawan Arief Prasojo untuk masalah uang atau pun matrealistis,,,,saya tergantung kita menggunakan uang itu sendiri bagaimana???kalo untuk menguliahkan adek??? kan gak materialistis kan??? kalo saya insyaallah ,2 thn lagi adek saya lulus sma,makanya kenapa ,dari sekarg saya siap2 untuk membantu biaya kuliah adek!! mungkin seperti itu!!!

      Monday at 6:40am ·  · 1
    • N Hasan Mujamsyah P serius , sya suka dengan artikel ini , dan juga diskusi di thread ini
      — sya juga jika berada di posisi -penulis- tentu sya akan mengambil langkah yang sama
      terlepas dari omelan , orang mengatakan -materialistik lah ,apa lah ,
      selagi sya bisa berjalan gagah , maka tentu tak kiralah berapa jauh , sya akan merantau juga ,!
      — dan dri -scan- selintas , ada juga yg mencetus , kalo yag -hebat- nya lari keluar negeri semua , terus kapan ? bisa mendongkrak maju , status keperawatan didalam negeri ??
      ahhh , teman , mas / mba atau siapa pun anda , sejauh ini , yang saya tau , pribadi-pribadi hebat yang ke LN , bukan tidak pernah mencoba , berusha mendongkrak status keperawatan , tetapi begitu banyak -tikus-tikus di bidang kesehatan di dalam negeri yang lebih materialistik , sehingga mereka enggan untuk membantu perjuangan ,bahkan ada yang mematikan langkah,
      -dan sehingga mereka melakukan pilihan -iya , saya pergi ku luar sja , biarlah mendapt hujan emas di negara entah berantah dengan berkorban jarak dari keluarga -
      ———-, tetapi yang saya tahu , hati pata professional ini berkata – sya akan men-charge diri – mengamati dan menanti momentum tepat , dan saya akan kembali memberi kebangkitan kepada dunia keperawatan.————–
      —bukan begitu pak Syaifoel Hardy ?,
      ————————-
      sya jga beberapa kali menyempatkan berdiskusi dengan -dosen2 hebat , yang mengajr dinegara tetangga ini , rata2 mereka semua mempunyai ide-ide brilian , ttapi -dengan nada sama dan kendala sama -
      —ahh san , di sana (indonesia) itu susah , kalo ga ada algojo yang berpihak kepada kita , walaupun sebagus mana pun ide untuk memajukan dunia keperwatan , tentu kalah juga ,

      ——nah disini , sya yang junior di forum ini ,bertanya ,adakah , dan apakah algojo itu , ya , seprti yang tertulis di salah satu komen diatas ,- menantikan – perhatian pemerintah tiu , LAMA , kecuali , kita bisa memanfaatkan momentum POLITIK , kan negara kita negara POLITIK ,
      ————————–————————–————————–
      semoga sukses , dengan menbuat assosiasi tandingan , atau organisasi tandingan , atau menggulingkan pemerintahan kesehatan -PPNI- itu adalah tindakan senior-senior , terkadang kami yg hanya bau kencur ini hanya bisa kritis dan pasang badan saja
      ^_^
      hidup dunia keperawatan ,untuk studyy banding saya rasa , ga usah jauh2 ah , ke negara teteangga aja , MALAYSIA ,,adik beradik INDONESIA sudah cukup bagus sistem keperawatannya . ^_^ (mungkin)

      Monday at 6:43am ·  · 6

    • Asih Kurniawati Seandainya wkt bisa berputar kembali ke 10thn yg lalu…wkt baru lulus, saya pst cari kerja ke luar negri.

      Monday at 7:03am via mobile · 
    • Bambang Sumarjo tuk mba asih…… ngga ada kata terlambat, syaratnya asal kita mau

    • Marwan Abu Zaki Regar maaf ya bro,,katanya makannya gratis..tis..gimana ya makannya di jepang soalnya kita yg muslim sangat menjaga masalah makan….

      Monday at 8:54am ·  · 1
    • Imunk Ruby Sarjia Masyaallah salut utk forum diskusi ini,buat mba asih lum ada kta trlambat,sy jga mnyesal knp ga dri awal ke LN tp thn 97 wktu itu blum trlalu ramai nurse abroad,stlah 7thn krja diRS private diBDG alhamdulillah ksmpatan dtng,yg pnting qta cba kmampuan diri n brdoa insyaAllah qta bsa,Cbalah slgi ada ksmpatan n kmpuan mba,aamiin ^^ n smga sukses buat ade hasan,smngat n opininya masyaallah ^_^ ,aamiin n salam buat tmen sjawat indonesia..

      Monday at 8:55am via mobile ·  · 1
    • Study Nursing Sepertinya banyak perawat Indonesia hebat yg dikecewakan oleh PPNI, tp kalau boleh usul, drpd bikin tandingan, kenapa gak masuk ke organisasi dan me’rombak’ dari dalam?

      Monday at 11:37am via mobile ·  · 4
    • Darmawan Arief Prasojo orang jepang sangat2 menghargai kita/apalagi muslim,,,mereka sudah menyiapkan makanan halal,,dan saya jamin semua makanan disini halal 100%.setiap ada babi,mereka selalu memberi tanda.tidak usah khawatir mnegenai makanan.masalah biaya hidup ,itu tergantung kita,gaji setelah dipotong asrma n asuransi krg lbh gaji tinggal 13-15 juta,untuk makanan biasanya butuh 2 juta/bulan.jadi bisa save 11-13 juta,,tapi tergantung orangnya masing2!terimakasih!!!

      Monday at 12:33pm ·  · 4
    • N Hasan Mujamsyah P ‎@bunda Imunk Ruby Sarjia , semua dari ALLah ko mba , lagi pun jika sekdar ber -opini , bnyak lagi opini yang lebih handal , tp yang urgent sekarang , ! , mereka yang bisa bertindak !!!
      ,,, Study Nursing , usulan yang bagus , tapi bagaamana ya ?
      coba lemparkan usulan itu kepada mereka yang telah mencoba -merombak dari dalam , sya belum ,
      inshaAllah sampean yang bisa menjadi salah satu kandidat nya ,
      .

      Monday at 5:56pm ·  · 2
    • Daben Mediqa sharing pengalaman yang motivatif, like it, keep moving!

      Monday at 8:30pm ·  · 1
    • Masharry Abu Hawa Masih rame aja nih..

      Klo boleh kasih saran tuk semua teman teman sejawad, gak usah munafik klu kita para TKI emang sebenarnya materialistis n jg gak usahlah terlalu sok patriotis…

      Tp marilah kita tunjukkan kalo kita “Perawat Indonesia” jg bisa bersaing di kancah internasional, walo di bilang materialistis toh kita gak korupsi or merugikan orang lain, walo kita gak turun kejalan or tidak berjuang secara langsung bak sang patriot, kita jg banyak nyumbang devisa ke negara kok..

      Lagian kalo semakin banyak tenaga perawat yg keluar negri so pasti jg akan meningkatkan nilai bargain temen” kita yg ada di dalam negri, biar semua pemakai jasa perawat berfikir “Kalo gak dibayar mahal pasti bakal lari keluar negri..!!?”

      Krn klu th caranya sbnrnya gampang sekali kok kerja di luar negri, believe me…!!!

      Monday at 9:03pm via mobile ·  · 7
    • Sugeng Bralink ‎Masharry Abu Hawa, thanks sharingnya. Boleh donk dibagi kisah suksesnya bisa kerja di Kuwait…biar yg lain bisa belajar dari rekan2 yg sdh lebh dulu di kuwait…

      Monday at 9:06pm ·  · 1
    • Sri Kumala Devi Tolong d share info utk pelatihan khusus spt perawat mahir NICU dan perinatologi d jepang donk.. Thanks..

      Monday at 10:15pm via mobile ·  · 1
    • Wendi Darmawan Saya sih….dukung saja Mas Saeful..dia kan bicara secara General…bahkan saya lebih suka orang cari kerja ke Luarnegri, kan itu akan menambah Devisa kita. Jadi kesimpulannya….mari kita dukung…orang yang memburu Dolar ke luarnegri….kasihan dong perawat kita di sini…dia rebutan kerja….mana masih banyak yang ngangur juga…., Tapi memang di dalam Negri juga tidak semuanya penghasilan kecil…..bahkan belief or Not…kerja di Dalam negri…Gaji 200 USD per day…..masih ada ko…..tinggal kitanya meningkatkan kemampuan dan Network…nya….Pokonya saya mah dukung…teman2 kita yang kerja ke Luar Negri……

      Tuesday at 12:37am via  ·  · 4
    • Adinda Dinar Waduh masih rame aje nih artikel ckckckck….dari pada ribut and jawabannya ga karu karuan, satu kata aja “yang mau jalan ke LN jalanlah dengan tenang & sukseslah dengan tenang” dimanapun kita berada klo ujung2nya gaji ga selesai2…mau di Indonesia, Kuwait, Australia, UAE, Saudi Arabia, Jepang atau negara apalah tujuannya sama “KERJA” masalah ukuran gaji semuanya sama, yang membedakan nilai currency aja….oke??? Semangat terus perawat Indonesia… :-)

      Tuesday at 4:40am ·  · 2
    • Arif Indiarto Salut sama diskusi ini… Salam dari teman sejawat yg merantau di Amerika. Sekedar info, di USA juga masih banyak di butuhkan RN (Registered Nurse). Semangat…!!!

      Tuesday at 6:42am via mobile ·  · 3
    • Sugeng Bralink Mas Arif Indiarto, mana nih sharing story nya dari USA?

    • Mn Jayanegara gmn perawat TKi di amerika….apakah jg dihargai n gaji brp?

    • Slamet Riyadi Kalo ngomongin gaji memang tergantung, ada beberapa perusahaan atau RS yang memberikan penghargaan yg layak kepada perawatnya. Namun secara, general menurut saya masih lebih banyak yang memberikan penghargan yg kurang layak. Tidak ada aturan pasti yang menyatakan bahwa gaji perwat sekian dengan kulaifikasi ini gajinya sekian dll…banyak perusahaan atau rs memberikan gaji, dengan catatan kalo lu mau ..lu ambil kalo ga mau …gw cari perawat lain yang mau..dan itu masih ada yg mau untuk ngisi posisi dengan gaji seperti itu. dan saya pikir ini ada kaitanya juga dengan munculnya banyak akper, Stikes bermunculan dimana mana dengan mudahnya. Kondisi ini persis ketika jaman banyaknya sekolah guru PGRI dimana mana? akibatnya apa?…hukum pasar beralau.kualitas menurun banyak guru yg jadi ojek,

    • Arif Indiarto ‎@ Mn Jayanegara: di sini nggak ada program TKI spt jepang & Arab. Kalo masalah salary RN di USA. Please google it…!

      Yesterday at 6:34am via mobile · 
    • Slamet Riyadi aduh kepencet “enter”nya. Saya terusin: hukum pasar berlaku…karena banyak barang (guru) maka harganya jadi murah, gaji guru juga rendah persaingan tidak sehat timbul, maka banyak yg beralih profesi bahkan profesi guru tidak laku. Hampir sama kondisinya dengan perawat, makin banyak Akper atau Stikes, maka makin banyak perawat dihasilkan, kualitasnya??? akhirnya hukum pasar pun akan berlaku,” perawat banyak, lu mau kerja di gw dengan gaji sekian, lu ambil kalo ga mau, masih banyak perawat yg masih butuh kerja.” Harusnya banyak Akper atau Institusi penghasil perawat di imbangi dengan kualitas dan aturan lain yg mendukung. Salah satu contoh aturan yg mendukung yg seharusnya bisa dilakukan oleh ASOSIASI seperti PPNI adalah menetapkan UMR perawat yg disosialisasikan ke user, atau ke pemerintah atau disosialisasikan ke semua yg berkepentingan. Yang tentu saja tidak hanya berdasar standar UMR saja tapi juga memperhatikan hal hal lain. Dan hal ini juga bisa menjadi pegangan bagi perawat bila nego gaji. Profesi lain punya standard seperti ini misal fresh graduate gajinya sekian, dengan kualifikasi tertentu gaji sekian….walaupun memang pada ahirnya pasar yg menentukan, tapi paling tidak ada pegangan bagi user ataupun perawat itu sendiri. Asosiasi juga diharapkan berperan dengan mendorong pihak rs atau pemerintah atau user lain agar mereka menghargai perawat dengan gaji sesuai dengan standard yg mereka gunakan dan mempublikasikan institusi atau RS atau user yg memberikan gaji tidak layak bagi perawat, sehingga memberikan hukuman sekaligus dorongan sosial agar mereka menghargai perawat. Jadi nih bikin asosiasi baru?? ikutan dong …!!

      Yesterday at 6:46am ·  · 2
    • Adinda Dinar Mas Slamet Riyadi : sekarang namanya bukan asosiasi lg tp jadi AIPDIKI…..hmmm salut sama artikel ini..two thumbs for u mas Darmawan Arief Prasojo

      19 hours ago · 
    • Masharry Abu Hawa Asosiasi Barunya Kita Namain Aja” FPI PERJUANGAN” Alias Forum Perawat Indonesia Perjuangan……!!!hehe

      17 hours ago · 
    • Adinda Dinar xixixixi awas ye mas :-) kebetulan kemarn sudah pergantian ketua yg tadinya ibu Michiko Umeda menjadi Ibu Neneng R dari Akper Yaspen ..Klo FPI mah Festival Pilm Indonesia he he he…

      17 hours ago · 
    • Dien Azizah Kalo DKI guru laku… Banyak yg honor. Yg gak mau k belum tau. He e e e GURU PnS DKI yg diterima Gaji,sertifikasi 1x gaji,Tunj Daerah…. Yg kasian justru u DKI adlh DoSen dr UN… K mereka tak termasuk PNS Daerah… Selain GURU u Pns DKI… Gaji,Tunda dan Remon… Diluar Dki Guru Pns sudh ada Sertifikasi… Guru laku kok sekrg,buktinya byk Honor…CapCus

      13 hours ago via mobile ·  · 1
    • Slamet Riyadi Sori, maksudku waktu jaman banyak SPG berdiri dimana mana, bukan PGRI. Sekarang memang lain guru merupakan salah satu profesi dengan gaji yg layak apalagi PNS, apalagi di DKI. Swasta aja kalah. Guru lagi banyak diperlukan dan sedang diperhatikan oleh pemerintah.

      9 hours ago via mobile · 

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share to Google Plus

Comments

comments

Top
Pinterest