ORANG BARAT DALAM IKLAN PROFESI KITA

Hampir setiap hari saya melihat teman-teman memajang foto orang kulit putih (Baca: Barat) dalam iklan di berbagai forum kita. Ada sepuluh alasan, mengapa kita lebih suka memasang orang Barat dalam setiap iklan, More »

PENGABDIAN PERAWAT: DEBAT TAK BERUJUNG

Dalam sebuah event beberapa hari lalu, ada seorang perawat Pukesmas yang sedang magang bertanya kepada saya,: “Bagaimana mungkin kami memberikan layanan yang baik, jika penghasilan saja tidak didapat serta kebutuhan dasar hidup More »

DISKRIMINASI PROFESI KEPERAWATAN

Dinamika profesi ini sangat menarik. Dari tahun ke tahun, dari dasa warsa satu ke lainnya. Selalu ada yang pro dan kontra. Sepanjang sehat dan masuk di logika, saya sendiri sangat menikmatinya. Meski More »

SOROWAKO NURSES: PEARLS IN THE MUD

Selama kehidupan profesi, saya tidak pernah menemui komunitas keperawatan sehebat yang saya temui di Sorowako. Letaknya terpencil, di pedalaman Sulawesi Tengah. Satu jam perjalanan udara dari Makassar. Ini adalah kali kedua saya More »

HONOR PERAWAT INDONESIA: SINETRON PICISAN

Dua pekan lalu, dalam sebuah event seminar, saat berbicara dengan seorang kolega, saya dapatkan informasi tentang jumlah perawat yang sedang magang di sebuah rumah sakit di Pasuruan. Ada 40 orang. Mereka rata-rata More »

 

AIPNI & Kurikulum Pendidikan Ners: Sebuah Kritik

Copyright of indonesiannursingtrainers.com

by Syaifoel Hardy | indonesiannursingtrainers.com

Membaca website Asosiasi Institusi Pendidikan Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI), yang saat ini sudah beranggotakan 220 institusi, di website:www.aipni-aipnec.com, saya tergerak untuk menulis artikel ini.

Asosiasi ini diterjemahkan dalam Bahasa Inggris: The Association of Indonesian Nurse Education Center (AINEC). Ada yang perlu dikoreksi di sini. Pertama, kata ‘The’, yang mestinya tidak perlu. Cukup langsung dengan ‘Association’. ‘The’ sama dengan ‘A’ atau ‘An’ adalah ‘article’ yang tidak dipakai di depan sebuah: association, center, organization, union, dll.

Yang kedua, ‘Association’ dan ‘Center’. Ini ganda. Jika sudah ada kata ‘Association’, tidak perlu lagi ada kata ‘Center’. Pilih satu saja! Lagi pula, nama aslinya yang tertulis dalam Bahasa Indonesia nya juga  ‘Asosiasi’, tidak menyantumkan kata ‘Pusat’.  Dan yang ketiga, kata ‘Indonesian Nurse Education’. Mestinya, yang lebih pas adalah ‘Indonesian Nursing Education’.

Latar belakang lain yang membuat saya lebih tergerak lagi adalah, ketika seorang teman mengundang saya di Magelang-Jawa Tengah, beberapa waktu yang lalu. Rekan saya ini memberikan sebuah foto kopi sebuah buku, tepatnya Kurikulum Pendidikan Ners Indonesia buah karya AIPNI.

 

Sebagai bagian dari warga Indonesia yang memiliki profesi yang sama, di mana dalam profesi ini mengedepankan evidence, bukti, maka, pada hemat saya, kritik yang membangun amat dijunjung tinggi. Makanya, saya berniat memberikan kritisi lewat tulisan ini.

 

Fokus artikel ini adalah kritik terhadap ‘Buku Kurikulum’ yang diterbitkan oleh AIPNI: kapasitas AIPNI sebagai sebuah asosiasi dalam pembuatan sebuah kurikulum, judul buku, Kurikulum content dan tinjuan referensi.

 

‘Asosiasi’ berasal dari kata ‘association’, Bahasa Inggris, yang diartikan: 1. persatuan antara rekan usaha; persekutuan dagang; 2. perkumpulan orang yg mempunyai kepentingan bersama; 3. tautan dalam ingatan pada orang atau barang lain; pembentukan hubungan atau pertalian antara gagasan, ingatan, atau kegiatan pancaindra (www.artikata.com). Dari pengertian ini, anggota AIPNI merupakan kumpulan penyelenggara pendidikan keperawatan, yang memiliki kepentingan bersama perihal pendidikan keperawatan.

 

Dalam visinya disebutkan, bahwa AIPNI ingin mewujudkan suatu sistem penyelenggaraan pendidikan Ners yang baku dan berstandar nasional atau internasional bagi seluruh anggotanya. Lebih lanjut dijelaskan, tujuanya adalah memberdayakan setiap institusi pendidikan Ners untuk menjadi penyelenggara pendidikan yang dapat menghasilkan Ners yang berkualifikasi setara, bermartabat tinggi, dan bermanfaat bagi masyarakat.

 

Dari pengertian tersebut, sebagai sebuah asosiasi profesional, AIPNI bukanlah wadah yang memiliki kapasitas secara legal untuk menyusun sebuah kurikulum. Kurikulum, yang berasal dari kata curriculum, Bahasa Latin, yang berarti “a course for racing” (www.teachermind.com), adalah tanggungjawab Pemerintah, dalam hal ini, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (UUSisdiknas, 2003, Pasal, 38). Kurikulum, baik yang bebasis ‘Isi’ maupun ‘Kompetensi’ diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan (Kepmendikbud 056/U/1994; Kepmendiknas no. 232/U/2000 dan 045/U/2002).

 

Di negara-negara maju, Inggris, Amerika Serikat dan Australia, negara bertanggungjawab terhadap kurikulum resmi. The official curriculum is what state and district officials set forth in curricular frameworks and courses of study (www.teachermind.com; www.education.gov.uk). It sets out clear system-level requirements, expectations and principles of teaching, learning and assessment (http://education.qld.gov.au/curriculum/).

 

Namun demikian, bukan berarti sebuah perguruan tinggi tidak diperbolehkan mengembangkan kurikulum. Tentu saja boleh, sepanjang rambu-rambu yang ditetapkan oleh Kurikulum pusat dipenuhi (UU Sisdiknas, No.20, 2003, Pasal 24). Sebaliknya, kurikulum bukan berada di tangan asosiasi,atau perkumpulan, himpunan, dan lainnya.

 

Oleh karenanya, barangkali ‘judul’ buku yang diterbitkan oleh AIPNI ini perlu dikoreksi. Agar tidak terkesan sebagai sebuah ‘Kurikulum Standard Nasional’. Misalnya, kita beri nama: ‘Buku Panduan Penyelenggaraan Pendidikan Program Sarjana Keperatawan’.

 

Kedua, buku Kurikulum ini juga disusun oleh Tim, tapi tanpa menyebutkan nama-nama penyusunnya. Menyebut nama dalam sebuah karya tulis,amat penting. Apalagi sebuah karya dalam dunia pendidikan. Dalam daftar pustaka, karya tanpa nama ini akan di tulis sebagai ‘titik-titik’.

 

Oleh sebab itu, disarankan, AIPNI menyebutkan daftar nama penyusun buku tersebut. Dari nama-nama tersebut akan diketahui kapasitas dan kompetensi pengarangnya. Ini penting, karena hasil akhir sebuah kurikulum adalah produk. Produk kurikulum dirumuskan oleh ahli-ahli pendidikan yang professional di bidangnya. Sebagaimana yang kita ketahui, di Indonesia ini belum ada jurusan spesialisasi Nursing Education untuk jenjang pendidikan Pasca Sarjana dunia keperawatan. Sebagai bagian dari anggota profesi, kita ingin tahu apakah buku ini disusun oleh ahlinya atau tidak.

 

Ketiga, jika dilihat daftar referensinya, Buku Kurikulum ini hanya memiliki lima buku referensi. Semuanya nama-nama Barat (Bahasa Inggris). Karena semuanya orang Barat, persepsi pembaca, muatannya, lebih mengarah ke ‘Western’.

 

Untuk sebuah kurikulum pendidikan level Strata 1 Keperawatan, jumlah referensi ini terlampau sedikit, terlalu minim. Di samping itu, minimal, tercantum pula referensi national seperti DIKTI, Sisdiknas, Mendikbud, atau sebuah lembaga pendidikan senior yang pernah menyelenggarakan program serupa. Namun, nama-nama ini tidak ada sama sekali dalam daftar pustakanya. Padahal beberapa nama tersebut layak muncul di Daftar Pustaka buku sekelas kurikulum ini.

 

Yang terakhir, kata ‘Ners’ dalam judul buku ini. Sebetulnya, ini issue lama. Kata ‘Ners’, belum terdaftar dalam Kamus Bahasa Indonesia. Kata yang aslinya ‘Nurse’, ini seharusnya diserap sesuai dengan kaidahnya. Bahasa Indonesia juga tidak mengenal konsonan rangkap. Hemat saya, jika penulisan ‘ners’ justru lebih membingungkan, mengapa mesti mengubah ‘nurse’ yang sudah sangat jelas dan diterima di seluruh dunia? Daripada ‘ners’ yang bikin tanda tanya, di negeri sendiri, apalagi luar negeri!

Doha, 28 May 2012

shardy2@hotmail.com

Anda tertarik tulisan anda tampil di website INDONESIANNURSINGTRAINERS.COM?
Jika tertarik, silahkan kirim artikel anda ke indonesiannursingtrainers@yahoo.com atau SUBMIT HERE


Komentar-komentar dari INT Members;

  • 6 shares
    • Entrepre Nurse great opinion pa syaifoel hardy …. sy sangat setuju ttg itu … AIPNI klo mnrt sy hy mrpakan bisnis dari org2 tertentu sj yg py kepentingan .. klo misalnya AIPNI itu dibuat utk menjaga mutu profesi .. maka kenapa bukan masuk dalam PPNI saja … Tanda tanya besar bagi sya …???

      Monday at 6:06pm ·  ·  1
    • Syaifoel Hardy any other comment from teachers?

    • Fikri Bontang Terima kasih Pak Syaifoel. @Entrepre Nurse “statement Sdr menarik utk diteliti. Lanjutkan….

    • Moh Afandi Pak Saiful saya sangat mengapresiasi tulisan bapak..alangkah baiknya jika dikirim langsung ke AIPNI melalui secretary_ainec@yahoo.co.id. Syukron.

      Monday at 6:22pm ·  ·  5

    • Yunita Kumala

      saya jg dbngungkan dg gelar NERS sbgaimana berlaku di Indonesia.dikamus b.indonesia n inggris aja g tercntum, gmn nanti kalo qta ke luar negeri.menjadi tanda tanya besar itu… dan lg qta dbngungkan dg kurikulum yg dbuad AIPNI tp slama iniqta gag merasakan kntribusi dr AIPNI sndri. kurikulum pun blm setara secara nasional. kebanyakan yg ngurus tp blm drasakan hasilnya. kesannya AIPNI maupun organisasi keperawatan lain didirikan hanya untuk kepentingan beberapa pihak n dbrengi unsur politik jg.
      Monday at 6:36pm via mobile ·  ·  1
    • Enaliya Pustika Ners inilah yang menjdi tandatanya besar u skrg ini… sedang kan ners sudah menjamur… tapi ahrapan saya pak semoga dengan makin maenjamurnya ners begitu jag ruu u ners jg cepat di sahkan.amin

      Monday at 6:37pm ·  ·  2
    • Syaifoel Hardy

      Entrepre NurseFikri BontangYunita Kumala;Enaliya Pustika Ners: Inilah akibatnya apabila segala sesuatu tidak ditangani oleh ahlinya. Pendidikan nursing salah satu akibatnya. Dibesarkan oleh profesi lain, padahal banyak ahli yang jebolan luar negeri, namun sulit mengimplementasikan buah studi nya di negeri sendiri. Saya melihat tantangan yg luar biasa besar! Namun bs diatasi. Caranya? Duduk dan diskusi bersama: Pemerintah, Ahli pendidikan, Praktisi, dan Organisasi profesi! Saya percaya, bisa klaar!
      Monday at 9:01pm ·  ·  5
    • Syaifoel Hardy

      ‎@Moh Afandi: Terimakasih atas usulannya. Sekedar diketahui bahwa Kurikulum ini sdh ditelan selama 4 tahun, di 220 institusi. Jika satu institusi per tahunnya menelorkan 100 orang, berarti tidak kurang dari 12000 lulusan yang sdh dihasilkan. Kurikulum ini bersifat umum dan untuk ‘khalayak’ ramai. Itu berarti, siap menerima kritikan terbuka. Tulisan ini dikemas terbuka, bertujuan pembelajaran profesi. Untuk semua nurses. Saya tidak bermaksud suudzon, namun saya kurang yakin akan mendapatkan tanggapan jika hanya dikriim ke sekretarisnya saja. Lagi pula, email ID nya koq ‘Yahoo’? Mestinya, harus …….@aipni.org.id Itu baru profesional. Gimana Pak? Salam kenal dari Qatar!
      Monday at 9:09pm ·  ·  3
    • Mohammad Shodikin

      Bapak Syaifoel yang saya hormati…………saya setuju dengan kritikan anda……..tapi sebaiknya di lewatkan pada jalurnya yang benar seperti kata Pak Moh Afandi dari Jogja…………….ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan pada anda : 1. atas dasar apa anda menulis bahwa ,”Inilah akibatnya apabila segala sesuatu tidak ditangani oleh ahlinya. Pendidikan nursing salah satu akibatnya. Dibesarkan oleh profesi lain.” anda juga menuliskan ,” Saya melihat tantangan yg luar biasa besar! Namun bs diatasi. Caranya? Duduk dan diskusi bersama: Pemerintah, Ahli pendidikan, Praktisi, dan Organisasi profesi! Saya percaya, bisa klaar!…pertanyaan saya apakah anda tahu kalau para senior keperawatan Indonesia sudah melakukannya ????. 2. ANDA BERTAHUN – TAHUN ADA DI QATAR meninggalkan keperawatan negeri ini………..dalam rangkah mencari kebutuhan “PERUT” anda sendiri……………..begitu anda muncul membuat pernyataan2 dalam kritikan anda dapat merusak kerukunan profesi di negeri ini, apa yang sudah anda lakukan untuk Profesi Keperawatan Indonesia?
      Monday at 9:45pm ·  ·  5
    • Muhammad Andy Hidayatullah Bingung wez dg nasib perawat di indonesia…nasib gak jelas,Undang2 g jelas..yg ada masalah tok..

      Monday at 11:50pm via mobile ·  ·  1
    • Edy Mulyadi Luar biasa pak hardy……sebaiknya apa yang bapak komentari juga harus di baca oleh pengurus AIPNI. atau bapak lagsung aja ajak audiensi…..ketimbang kita hanya menulis di FB. kan orang AIPNI tidak ada yang tahu pak….

      Tuesday at 1:17am ·  ·  2
    • Moh Afandi

      Pak Saiful..ini adalah bagian perkembangan profesi keperawatan indonesia. Saya mengikuti perkembangan sejak tahun 1995-sampai sekarang. Perkembangan ini dimulai dari jaman perawat buta huruf-hingga jaman komputer seperti sekarang. Saya juga pernah mengkritik AIPNI juga PPNI, mulai dari cara membuat web dll. Bagaimana dulu web PPNI acak-acakan semua orang bisa masuk sehingga tidak memiliki kewibawaan sebuah web PPNI. itu semua karena masih eforia perawat pada jaman komputer. Perkembangan keperawatan terus semakin baik karena SDM perawat semakin berkualitas dan kritis (red seperti Pak Saiful) dan lainnya. Semakin banyak yang memiliki pengalaman diluarnegeri, baik pendidikan maupun penelitian. saya yakin 10 tahun kedepan keperawatan indonesia akan jauh lebih baik 10x lipat dari sekarang. Klo Pak Saiful punya kesempatan silahkan lihat model pendidikan keperawatan di PSIK FKIK UMY, berbagai inovasi bersekala international ada disana. Mulai kurikulum yang belum ada di intitusi kep indonesia, metode pembelajaran yang belum ada ditempat lain dan model pendidikan profesi yang sangat berbeda, Dosen dan mahasiswa sangat biasa presentasi di sekala international dll. Sukses selalu Pak..Jangan terlalu khawatir Pak..semua berproses, mari kita sama-sama memperbaiki keperawatan indonesia dari berbagai sisi.
      Tuesday at 2:39am ·  ·  5
    • Syaifoel Hardy

      Pak Mohammad Shodikin: terimakasih ikut nimbrung diskusi ini. Saya senang sekali, karena akan membelajarkan. Itu tujuan utama forum di FB ini. Saya orangnya kadang begitu, kurang suka yg birokratis, resmi, lewat jalur. Jadi mohon maaf! Nah, ttg keseimpulan sy bahwa Kurikulum ini bukan ditangani oleh ahlinya, sebetulnya dari uraian artikel di atas sudah jelas. Menginggriskan AIPNI saja, sekali lagi maaf pak! salah terjemahannya. Dari situ kita tahu bahwa yang menerjemahkan bukan ahlinya. Tentang profesi kita dibesarkan oleh profesi lain, itu tdk perlu sy jelaskan, karena semua orang tahu. Yang terakhr tentang PERUT saya, pak Shodikin masuk ke area personal, bukan profesional. Tapi tdk apa. Yg jelas, sampai saat ini sy sdh kunjungi 32 kampus di Indonesia, ngajar di beberapa universitas, penulis buku, mendirikan lembaga Nursing Trainers, semua itu adalah kepedulian. Jadi, kita mestinya lihat kritikan sebagai sesuatu yg positif. Suatu hari saya berhara kita bs ketemu ya Pak? Sy sering pulang koq!
      Tuesday at 4:25am ·  ·  6
    • Iklim Sejuk luar biasa, seperti api dlm sekam yang diberi guyuran bensin !

      Tuesday at 4:26am ·  ·  1
    • Syaifoel Hardy

      Pak Moh Afandi: Subhanallah…senang pak mendengarnya…tapi saya kan ngak bisa datang nylonong begitu aja ke UMY? Kecuali diundang…..semoga lain waktu kita bisa ketemu dan diskusi lebih banyak ya pak? Salut deh jika ikut nimbrung kembangkan webnya PPNI, karena dulu sering macet. Saya salah satu penyumbang artikel paling aktif. Tapi karena acapkali drop, sekarang bikin web sendiri pak, www.indonesiannursingtrainers.comThnx atas commentnya! Menarik sekali! Yg sering nyambangi di FB ini ya pak?

      www.indonesiannursingtrainers.com

      ‎.by Syaifoel Hardy | indonesiannursingtrainers.com.Sejak akhir April lalu, suhu di Qatar, Timur Tengah pada umumnya, mulai merangkak, panas. Akhir-akhir ini malah luar biasa panasnya. Tidak seperti tahun-tahun lalu, di mana terik matahari yang sang…
      Tuesday at 4:28am ·  ·  1
    • Syaifoel Hardy ‎Edy Mulyadi: Pak, tolong dikasih nama, posisi dan emailnya salah satu penggede AIPNI. Jika perlu nomer HP nya pak! Ntar saya akan forwardkan tulisan ini dan anda akan sy update hasilnya. Tpu sy percaya, di FB saya ini banyak teman2 AIPNI koq! Gimana?

    • Iklim Sejuk orang AIPNI memahami kegalauan bapak syaifoel hardy & sejawat lain, mengucapkan terima kasih atas masukan yang sangat berharga.. AIPNI dan PPNI serta teman2 sejawat lain juga terus mengembangkan kapasitas diri dan organisasi dalam menata kurikulum yang terbaik bagi anak bangsa serta senantiasa bekerjasama dengan regulator terkait di negeri Indonesia.

      Tuesday at 4:40am ·  ·  2
    • Syaifoel Hardy ‎Iklim Sejuk: yuupppsss!!! Salut pak! Ini comment salah satu pejabat AIPNI. Thnx! Saya akan sering2 kunjungi webnya Pak AIPNI ya pak? Tolong jangan kapok dng kritikan seperti ini. Salam dari Qatar buat rekan2 di Semarang!

      Tuesday at 4:43am ·  ·  1
    • Syaifoel Hardy Pak Iklim Sejuk: tolong Bhs Inggrisnys AIPNI yg di website dibetulin bisa nggak, minimal itu kan nggak sulit koreksinya? Gimana pak? Soalnya yg baca tuh teman2 dari negara lain, pikirnya orang kita nggak bisa Inggris pak! Mohon maaf jika kurang berkenan!

    • Iklim Sejuk saat ini teman2 sejawat sedang belajar lanjut ttg KKNI dan penyusunan naskah akademik standar kompetensi, standar pelayanan dan standar pendidikan bagi keperawatan dengan bimbingan dari pakar2 pendidikan negeri di Indonesia dan sejumlah pakar dari LN.. sejawat juga sangat beragam hingga yang memiliki pengalaman bekerja nun jauh disana seperti pak syaifoel hardy..

      Tuesday at 4:49am ·  ·  2
    • Iklim Sejuk baik, pak.. ttg bahasa inggris kami sampaikan pada pengelola website AIPNI.. terima kasih

      Tuesday at 4:50am ·  ·  1
    • Syaifoel Hardy Boleh nggak pak daftar jadi anggota AIPNI? Apa syaratnya harus punya sekolahan?

    • Iklim Sejuk pak, makna asosiasi adalah Institusi sesuai istilah AIPNI = Asosiasi INSTITUSI Pendidikan Ners.. :)

      Tuesday at 4:53am ·  ·  1
    • Syaifoel Hardy mestinya bisa diperlunak pak! Itu lebih terbuka dan bijaksana. Siapa tahu, kita bisa dengar masukan yg lebih baik ketimbang dari yang askli sekolahan. Anyway, saya paham. Thnx pak!

    • Imam Maliki Saya sangat setuju dengan tulisan yang pak syaifoel hardi buat diatas, boleh saya bagikan ke yg lainya?

      Tuesday at 5:01am ·  ·  2
    • Iklim Sejuk BAPAK, bapak tidak akan selalu mendapatkan yang bapak inginkan.. jika mau, perjuangkan dengan cerdas ! diperlunak itu adalah harapan bapak, silakan saja jalin komunikasi yang baik..

      Tuesday at 5:02am ·  ·  1
    • Iklim Sejuk entrepre ners : statement anda sangat apresiatif.. bila diperlukan silakan komunikasikan secara cerdas pada pihak2 terkait di AIPNI agar kita bisa memberikan gambaran yang lebih positif terhadap perkembangan profesi kita pada adik2 keperawatan atau publik secara lebih luas.. terima kasih

      Tuesday at 5:12am ·  ·  2
    • Entrepre Nurse ‎@Iklim Sejuk : terima kasih pa ats apresiasinya …… semua statement diatas sy pahami satu niatnya yaitu adl membesarkan dan memperbaiki profesi ini … saya percaya dan yakin semuanya setuju akan hal itu … maka mari semua saling berbagi dan sll mengedepankan positive feeling bkn hy dg positive thingking saja …. semua bs diperbaiki tatkala hati yg bicara bkn rasional ini …

      Tuesday at 7:48am ·  ·  1
    • Entrepre Nurse Maju terus pak Syaifoel hardy .. kami Entreprenurse Indonesia akan support sepenuhnya utk kemajuan bersama bkn hy utk profesi ini tp utk masyarakat luas ..

      Tuesday at 7:49am ·  ·  2
    • Harmanto Ucil teruskan pak hardy..!!! maaf sebelumnya maksut enterpre nurse apa ya..?? apakah group pengusaha bagi perawat..?? saya setuju sekali jika perawat membuka wawasan mengenai dunia usaha. dan bisa ditambah lagi pengembangan yang lain seperti holistik care(nursing holistic).kebetulan saya baru mendalami TCM(traditional chines medecine) akupuntur dan sinshe, bakam dan pijat refleksi. silahakan kawan perawat menengok keilmuan ini…

      Tuesday at 11:28am ·  ·  1
    • Henggar Pramudityo

      saya baru membaca awalan tulisan anda juga mau sedikit mengkritik(padahal baru baca awalan saja)… untuk pemakaian “the” pada awal kata Association juga belum kuat dasar sumber teorinya..maaf,kalau menurut saya anda menafsirkan secara pribadi, saya juga bukan seorang orang yang melakukan study sastra inggris maupun native speaker.tapi saya selalu menghindarkan diri untuk tdk ber-apriori karena dinegara saya bekerja sekarang,boleh ngomong asal ada bawa evidence base. tetapi beberapa situs yang saya lihat banyak yang mencantumkan “the” pada awal kata Association. contohnya situs dibawah ini.
      http://www.publishers.org/about/
      jadi antara dicantumkan maupun tidak tidak menjadi soal. karena itu adalah situs perkumpulan para publisher amerika. jadi ditanya mengenai bahasa tulisan dalam bhs inggrs yang benar mereka ahlinya.
    • Syaifoel Hardy Masukan yg bagus. Namun amerika bukan secara otomatis jadi ahlinya sbgmn orang indonesia yg pinter bhs indonesia tp banyak bikin kesalahan kan? Pemakaian the yg tepat silahkan merujuk ke bukunya Michael Swan berjudul practical english usage. Itu evidence jk anda mnginginkan. Halamannya akan sy kirim menyusul• Thnx masukannya!

    • Syaifoel Hardy ‎Henggar Pramudityo:melanjutkan apa yang saya janjikan pada comment terdahulu. Silahkan simak: Practical English Usage, Karya Micahel Swan, Oxford University Press, Pages: 61-64; 68-70. FYI, Buku Michale Swan ini adalah ‘Buku Wajib’ mahasiswa jurusan Bhs Inggris, yg banyak digunakan oleh para dosen sebagai buku pegangan. Buku ini yg saya pakai acuan.

    • Syaifoel Hardy ‎Henggar Pramudityo: Dari kaca mata research, menurut anda, mana yang layak dipilih: ‘The Association of American Publishers’ atau Michael Swan’?

    • Syaifoel Hardy ‎Imam Maliki: Silahkan Pak! Dengan senang hati! Thnx atensinya.

    • Syaifoel Hardy ‎Entrepre Nurse: Senang sekali ngobrol banyak dengan anda lewat forum ini. Thnx supportnya! Salam buat rekan-rekan di Cirebon!

    • Entrepre Nurse

      Harmanto Ucil : ENtreprenurse Indonesia mrp kumpulan perawat perawat pengusaha dan yg mau jd pengusaha pak. asosiasi ini kami dedikasikan untuk suatu perubahan profesi ini dari sisi lain, yaitu kemapanan dan kesejahteraan. krn paradigma skrperawat dan calon perawat cenderung berorientasi hy utk mjd karyawan … dimana karyawan ya nasibnya akn spt itu trs ..mk kami dedikasikan ENI ini dlm upaya membangun perawat2 mjd pengusaha …wah luar biasa pa Hermanto … monggo kami kerjasamakan dlm pengembangan itu ..
      Yesterday at 4:00am ·  ·  2
    • Imam Maliki maaf sebelum’a untuk entrepre nurse, kalau kemarin saya menolak pertemanan anda.. krn email dan fb saya sudah sering di bobol org.. so saya harus berhati2 & selektif dalam menerima pertemanan, sekali lagi maaf..

      Yesterday at 4:41am ·  ·  1
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share to Google Plus

Comments

comments

  • Wahyuddin Muharram

    Good … masukan yang bagus Pa Syaifoel. Sudah ada beberapa Asosiasi Perawat yg consern di bidang pendidikan salah satunya AIPNI, yang saya ingin tanyakan disini pemakaian kata “Ners” bagi perawat yg sdh menyelesaikan pendidikan profesi. Apa tdk ada kata yg lebih tepat, sementara semua lulusan S1 akan menyandang S.Kep yang artinya Nurse jadinya rancu dan kata “Ners” tdk ada dlm kamus.

    Kalau saya lihat, pendidikan profesi utk mendapatkan Ners sangat di paksakan dan sudah mengarah kepada kewajiban karena kemungkinan besar di dalamnya adalah proyek. Yang duduk di Organisasi Perawat jangan mempersulit sesama perawat.

    • http://www.indonesiannursingtrainers.com Indonesian Nursing Trainers

      Terima Kasih Mas Wahyudin….semoga AIPNI membaca tulisan ini dan juga komentar anda.
      Dan bisa melakukan perubahan demi kemajuan keperawatan Indonesia.

Top
Pinterest